Cari Blog Ini

Selasa, 10 Januari 2012

ANALISIS PSIKOLOGI DAN SOSIOLOGI PENGARANG DALAM NOVEL DWILOGI “PADANG BULAN” KARYA ANDREA HIRATA”




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Dalam pengkajian sastra kita mengenal berbagai teori sastra. Teori-teori yang digunakan untuk mengelompokan dan menganalisis sejauh mana kekuatan dan kelebihan serta kelemahan sastra itu sendiri.
Dalam teori sastra kita mengenal teori ekspresif, dimana karya sastra adalah pengejawantahan dan bentuk ekspresi dari penulis itu sendiri. Secara sederhana teori ini menyatakan bahwa sastra akan terbentuk berdasarkan suasana hati pengarang. Pengarang senang, maka karya yang dihasilkan akan berlatar suasana menyenangkan. Jika suasana hati sedang gundah gulana maka karya yang dihasilkan akan berlatar suasana menyedihkan.
Hal ini akan menjadi menarik jika kita mau menyesuaikan biografi tokoh dengan karya-karya pengarang. Sebagai hasil pengkajiannya, kita akan mengatahui secara lengkap dan sempurna tentang pandangan hidup dan idealis pengarang, pesan dan amanat pengarang, pengalaman hidup dan pelajaran penting dari kehidupan pengarang, hingga kondisi pribadi pengarang itu sendiri.
Yang paling penting dari setiap pengkajian dan penelitian karya sastra, peneliti dan pembaca harus menyadari dengan sangat bahwa masing-masing individu pengarang memiliki pesan atau gagasan dari setiap masalah kehidupan yang dituangkan dan hendak disampikan melalui tulisan (dalam hal ini karya sastra).
Dalam bidang sastra penulis indonesia (khususnya jawa) mengenal dan mengamalkan prinsip sandiwara. Yang berasal dari kata sandi yang berarti tersenbunyi dan wara yang berarti berita/informasi/pelajaran. Jadi istilah sandiwara ini juga berlaku dalam proses penafsiran dan pengkajian karya sastra oleh pembaca maupun peneliti. Pembaca dan peneliti berhak memberikan penafsiran sesuai dengan kemampuan mereka. Mencari dan membaca pesan yang terkandung dalam setiap kata dalam karya sastra itu. Maka pemeroleh pelajaran setiap pembaca relatif berbeda. 
Dalam buku kajian prosa yang ditulis oleh Sutedjo dan kasnadi mengaitkan adanya pertautan antara karya sastra dengan psikologi, yang disebut psikologi sastra. Ada empat pengertian dalam hal psikologi sastra. Dan peneliti mengambil makalah dari segi studi psikologi pengarang.
Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti mengambil penelitian dengan judul “ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA DALAM NOVEL DWILOGI PADANG BULAN KARYA ANDREA HIRATA” untuk mengetahui kaitan antara psikologi pengarang dengan karya sastra yang dihasilkan.
  
B.     Rumusan Masalah
Mengurai masalah pada latar belakang diatas peneliti menganalisis berbagai kemungkinan masalah yang akan dikaji, dan berhasil merumuskan masalah penelitian sebagai berikut :
1.      Bagaimana kondisi Psikologi pengarang saat ini?
2.      Bagaimana kondisi psikologi tokoh saat ini?
3.      Bagaimana kaitan antara psikologi pengarang dengan psikologi tokoh dalam novel?

C.    Tujuan dan kegunaan Penelitian
Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kaitan antara psikologi pengarang dengan psikolgi tokoh dalam novel. Beberapa kesamaan yang didapat dari keduanya, dan pesan yang akan disampaikan oleh pengarang kepada membaca melalui tulisannya.
Adapun secara khusus penelitian ini bertujuan untuk :
1.      Mengetahui kondisi psikologi pengarang.
2.      Mengetahui kondisi psikologi tokoh dalam cerita.
3.      Mengetahui kaitan antara psikologi pengarang dengan psikologi tokoh dalam novel.
Adapun kegunaan dari penelitian ini diharapkan adalah :
1.    Secara teoritis
Manfaat secara teoritis hasil penelitian ini bermanfaat bagi pemahaman peneliti terhadap teori sastra, serta memberikan referensi untuk membuat karya-karya yang lain.
2.    Secara Praktis
a.      Bagi peneliti
Bagi peneliti sebagai ajang latihan untuk melatih daya nalar dan mengasah intelektualiats peneliti. Sebagai bukti implementasi ilmu yang diterima di bangku kuliah sekaligus memenuhi tugas akhir pada mata kuliah Metode Penelitian Kualitatif
b.      Bagi lembaga
Sebagai upaya pelayanan lembaga dalam hal meningkatkan intelektual peserta didiknya.



BAB II
KAJIAN TEORI
A.      Kajian Teori
Karya sastra banyak ragamnya. Ada puisi, prosa, dan dramaa. Puisi terdiri atas beberapa ragam, prosapun memiliki ragam. Sementara drama juga memiliki jenis sesuai dengan sifat karakter yang membedakan antara drama yang satu dengan lainya.
Dalam mengkaji karya sastra kita mengenal unsur-unsur yang membangun sebuah cerita . baik unsur intrinsik maupun unsur ekstrinsik. Unsur intriksik karya sastra meliputi Alur, tema, tokoh, penokohan dan setting.
Namun pengkajian karya sastra tidak hanya dikaji dari sisi pembangun dari dalam,  namun juga dibangun dari unsur-unsur luaran seperti Psikologi, Sosiologi, Sejarah pengarang yang berpengaruh pada karya sastra.
Faktor-faktor pendukung seperti ini justru memberikan kekuatan terhadap karya sastra. Salah satu karya sastra yang dominan pada unsur sosiologi adalah Padang Bulan karya Andrea Hirata. Menjadi Latar sosial kehidupan pengarang sebagai ide dan inspirasi bagi pengarang membuat, Novel ini seakan-akan kisah nyata yang banyak memberikan gambaran sosial pengarang.
Dalam buku kajian sastra yang ditulis oleh Sutedjo dan Kasnadi, salah seorang dosen dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Ponorogo. Menerangkan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang menkaji segala aspek kehidupan sosial manusia. Dan sedangkan sastra merupakan karya manusia yang membicarakan kehidupan manusia dengan media bahasa.
Objek kajian sastra meliputi tiga hal, yaitu Sastra tulis, Satra Lisan dan Sastra Pentas. Sedangkan dalam penelitian ini, penelti mengabil objek penelitian sastra tulis berupa Novel berjudul Padang Bulan karya Andrea Hirata.
Dalam pendekatannya sosiologi mengamati pada tiga hal, Sosiologi pengarang, Sosiologi dalam karya sastra dan Sosiologi Pembaca.





BAB III
BIOGRAFI DAN KARYA PENGARANG
1.      BIOGRAFI PENGARANG.
Andrea Hirata, Novelis kelahiran tanah belitong ini tidak hanya dikenal dalam dunia novelis nasional, bahkan novelis yang mendapatkan sepuluh penghargaan internasional itu telah dijejerkan namanya dengan berbagai nama novelis internasional. Pada tanggal 23 maret 2010 telah menandatangani Publisher Agreement antara penerbit bentang pustaka dengan Amer-asia books, Inc, Tuscon, Arizona, USA. Peristiwa ini membuktikan bahwa putra bangsa memiliki kapasitas yang baik dalam dunia kepenulisan. Dan tentunya akan memberikan suntikan motivasi untuk penulis-penulis Indonesia untuk mengikuti jejak langkahnya.
Mengapa harus karya andrea herata?
Banyak hal yang sangat unik dari karya-karya adrea. Ide tulisan dengan hasrat bereksperiment dan cara brfikir yang luas serta dapat menjangkau semua kalangan membuat buku ini selalu nyaman dibaca. Seperti ada jutaan makna yang dapat pembaca gali dalam buku-buku adrea herata.
Sangat menarik untuk mengetahui siapa andrea herata dan latar sosial pengarang. Maka kita akan tahu latar yang memberikan inspirasi kepada karya-karya andrea herata. Kita akan mengamati dan membandingkan kekhasan andre herata dalam melukiskan situasi. dan apa pengaruh-pengaruh psikologi dan sosiologi pengarang.
Kabar terakhir menyebutkan, andrea herata menetap di Belitong yang mendapat julukan Negeri Laskar Pelangi dengan kedua orang tuanya. Namun ia sering tinggal di sebuah kabin dipinggiran sungai, di tepi kampungnya dipinggiran sungai, tanpa jaringan telpon, tanpa internet dan tanpa listrik. kadang ia secara sukarela mengajar matematika dan bahasa Inggris untuk anak-anak kecil. Ia juga sering mencoba suaranya sebagai tukang adzan di masjid.
2.      KARYA-KARYA
Pada penulisan pertama Andrea Menulis novel berjudul Laskar Pelangi. Novel ini diterjemahahkan dalam berbagai bahasa, dan menjadi Indonesia yang dibaca oleh masyarakat dunia setelah sekian lama vacum. Novel ini telah berhasil mendapatkan banyak perhargaan di luar dan di dalam negeri. Novel yang di filmkan ini juga memenangkan MIA (Movie Indonesia Award) sebagai film terispiratif dan musik terbaik. Laskar pelangi menjadi novel fenomenal.
Menyusul laskar pelangi, dan menjadi novel sambungannya. Muncullah Sang Pemimpi yang juga berhasil memberikan ispirasi kepada pencita novel di tanah air. Kemenarikan cerita dan bobot amanat, akhirnya sang pemimpi berhasil di filmkan meskipun tidak mendapat apresiasi seperti laskar pelangi yang menjadi film dengan penonton terbanyak berberapa tahun terakhir ini.
Dan masih dalam satu rangkaian cerita ditulislah Andesor, dan maryamah kapur. Meski tidak mendapat apresiasi seperti novel-novel sebelumnya. Andesor dan maryamah kapur menjadi bacaan berbobot.
Dan karya terakhir munculah Cinta dalam gelas dan padang bulan.



BAB IV
PEMBAHASAN
1.      Psikologi Pengarang.
Secara teori, terdapat hubungan antara karya dengan psikologi pengarang. Bagaimana keaadaan emosional seorang penulis akan berpengaruh terhadap karya-karya yang dihasilkan. Keadaan yang bahagia tentunya dapat mengispirasi berbagai karya yang dihasilkan. Begitu pula sebaliknya. Kedua, setiap penulis memiliki doktrin dan kepercayaan sendiri-sendiri, maka seorang penulis yang idialisme akan memunculkan sastra dengan terkadung nilai doktrin yang kuat. Ketiga, melalui jenjang pendidikan. Karena pendidikan bertujuan mencetak karakter maka penulis banyak menemukan karya sastra yang mengangkat masalah-masalah pendidikan berangkat dari masalah pendidikan penulis sendiri. Seperti yang dialami oleh andrea herata.
Maka secara singkat akan dikaji beberapa hal terkait dengan siapa Andrea hirata dan apa yang ada dalam Novel “Padang bulan” yang merupakan novel dwilogi dan dilanjutkan dengan cinta dalam gelas.
Salah satu kekhasan penulis adalah, selalu menulis karya dalam bentuk tetralogi. Secara bersambung dan berhubungan. Dalam setiap kisah, Adrea Herata secara kreatif mengganti tokoh utama. Dalam Novel Padang Bulan ini andrea Herata menyebutkan nama Enong, sebenarnya Enong bukanlah nama sebenarnya, nama ini digunakan untuk nama panggilan kesayangan. Seperti itulah nama dalam tradisi orang melayu.
Lagi-lagi andrea Herata mengangkat tokoh dari latar kehidupan sosial dalam strata paling rendah. Lintang adalah anak dari ayah nelayan miskin yang dibuat semakin miskin dengan kehilangan seoran bapak saat melaut. Dan sekaran enong adalah Seorang anak dari pasangan kuli timah dan pekerja serabutan yang memiliki dua orang adik. Dan berkali-kali tokoh miskin ini dibenturkan dengan masalah biaya jika harus berada di sebuah reguler. Mereka dipaksa kerja siang dan malam hanya untuk membiayai sekolah.
Sebegitu burukkah kondisi pendidikan Indonesia di mata Andrea Herata?
Mungkin iya jika andrea mengambil referensi dari berbagi pendidikan di moskow tempat ia mengenyam pendidikan dan dinegara kita secara nyata mempeributkan masalah materi yang tak kunjung selesai.
Setiap murid di sekolah pasti pengalaman belajar dari sekolah tempat mengeyam pendidikan. Bagaimana karakter guru, mata pelajaran yang disukai dan kawan-kawan yang berkesan.
Jelas andrea juga memiliki semuanya. Simak saja dalam Laskar Pelangi. Lintang seorang pemuda dari tanah pesisir  yang pandai dan gemar berhitung atau Matematika. Dan ia lulus cum laude dari program post graude di sheffield halam Unifesity, United Kingdom melalui bea siswa Uni Eropa. Ia sangat menekuni adalah pengembangan model-model princing terutama untuk teori ekonomi telekomunikasi. Sebuah bidang yang syarat dengan ilmu matematik.
Dan dalam novel “Padang Bulan” Andrea Herata menitipkan kegemarannya terhadap bidang studi bahasa Inggris melalui Enong, seorang anak kelas lima SD yang sangat gemar belajar bahas Inggris. Menggambarkan seorang guru bahasa inggris petama di kampungnya bernama bu Nizam. Bahkan dalam Mozaik kedua Andrea Herata memberi judul “Bahasa Inggris”.

“Novel padang bulan bermula dari kisah seorang gadis kecil berusia 14 tahun. Enong namanya. Sangat gemar pada pelajaran bahasa Inggris, namun secara mendadak harus berhenti sekolah dan mengambil alih seluryh tanggung jawab keluarga.”


Dalam dunia nyata. Andrea masih memberikan perhatian yang besar kepada dunia pendidikan dengan mengajar matematika seperti lintang dan bahasa Inggris seperti Enong.

“kadang-kadang ia mengisi waktu luang dengan sukarela mengajar matematika dan bahasa Inggris untuk anak kecil,...” dikutip dari Chole Meslin www.chloemeslincousteau.multiply.com  juni, 2010.

Jika ditinjau dari segi keluarga. Andrea herata menghadirkan keluarga yang harmonis di setiap novelnya. Sebagai tradisi orang melayu yang sangat menjujung tinggi martabat orang tua. Maka andrea menghadirkan dalam lingkungan kelurganya Ikal dan Enong. Ayah adalah malaikat berwibawa. Ayah selalu di hadirkan sebagai sosok yang bijaksana. Ayah siapa saja dalam setiap tokoh dalam lakonya.
Berikut teks yang menunjukan kebijaksanaan ayah,
buku Ini untuk anakku, Enong.
Kamus satu miliyar kata.
Cukuplah untukmu sampai bisa menjadi guru bahasa Inggris
Seperti bu Mizan
Kejarlah cita-citamu, jangan menyerah, semoga sukses.

Tertanda,
Ayah

Dalam tahap konflikasi atau tahapan masalah. Andrea benar mengaduk-ngaduk emosi pembaca. Dalam novel laskar pelangi Lintang harus kehilangan ayahnya akibat badai laut saat melaut. Dan dalam Novel Padang Bulan Enong juga kehilangan ayahnya akibat tertimbun tanah galian. Keselamatan kerja membuat seseorang harus kehilangan kebahagian. Dan sepertinya tidak ada kata selamat untuk pekerjaan seorang bersetrata redah seperti ayah Lintang dan Enong.
Keduanya kehilangan orang yang sangat bijaksana dalam kehidupannya. Yang harus menjadikan kedua-duanya mengambil alih menjadi tulang punggung keluarga dan meninggalkan bangku sekolah. Nasib rakyat kecil yang tidak pernah bergeser dari kemiskinan, pekerjaan yang mengancam keselamatan, bekerja dibawah umur dan problematika pendidikan. Semua berdasarkan sudut pandang Andrea yang disampaikan secara berulang-ulang.
            Lalu bagimana kehidupan cintanya?
            Cinta seakan menjadi nadi dalam kebanyakan novel di tanah air. meski andrea tidak mengangkat tema cinta. Namun cinta selalu mengambil bagian penting. Dari laskar pelangi hingga Bulan purnama, seorang anak Tionghoa bernama A Lim benar-benar menarik hatinya. A Ling digambar sebagai tokoh yang sempurna. Sikap santun dan senang menghargai.
Kisah cinta memang sering diangkat dalam prosa romantisme. Andrea Hirata lebih dewasa memaknai cinta yang ia masukan dalam novel-novelnya. Cinta yang ia sajikan lebih menyentuh sisi humanisme. Cinta kepada sahabat karib, cinta kepada guru, cinta kepada orang tua dan cinta kepada Allah. Dan satu cinta untuk A ling tentunya. Secara proposional ia membagi cintanya. Nama A Ling dan ayah harus berbagi cinta dalam novel Padang Bulan ini. Dan cinta kepada orang tua menjadi sangat utama. ketika Andrea Hirata secara tragis memutus harapan cintanya dengan A ling dan memenagkan cinta Ikal kepada Orang tuanya.
Dalam novelnya, ikal yang merupakan perwujudan andrea dalam novel sering dikatakan bujang lapuk, bahkan dalam salah satu keterangan :
“ikal : membentuk organisiasi pesatuan bujang lapuk. Rustman bertindak selaku dewan penasehat.”(halaman 270)
Dalam biografi Andrea Herata, disebutkan bahwa Andrea Herata ternyata masih lajang. Namun pada tahun 1998 pernah hendak menikah dengan seorang perempuan bernama Rosana, sayang pada tahun 2000 pernikahan itu gagal. Karena Rosana masih berstatus istri orang.

3.      Sosiologi Pengarang
Kondisi suatu tempat atau wilayah seorang penulis akan banyak mempengaruhi tema-tema yang diangkat dalam tulisanya. Bisa jadi ide atau gagasan sebuah tulisan muncul dari rasa keperdulian pengarang terhadap kondisi sosial Budaya yang ada dalam lingkungan penulis.
Jika kita kaji lebih jauh. Secara jelas Andrea Hirata melukiskan Pulau Belitong, Jakarta, dan Sorbonne Paris. Sebuah kota yang nyata dan digambarkan secara jelas dan nyata. Jelas ini bukan sebuah kota hanyalan yang di rekayasa oleh Andrea namun pelukisan dari pengamatanya yang nyata. Dengan kata lain Andrea benar-benar megalami kejadian demi kejadian ditempat itu.
Latar sosial yang diambil oleh Andrea Herata adalah latar sosial rakyat melayu. Dalam beberapa prosa yang lain seperti kumpulan cerpen “Robohnya Surau Kami” Karya A.A Navis, penulis menuliskan keadaan masyarakat yang Unik dengan bahasa melayu yang khas.



BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dalam membangun karya sastra diperlukan  berbagai unsur pembangun. Dibagi menjadi unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur ekstrensik yang menjadi  pembahasa dalam penelitian ini adalah psikologi dan Sosiologi pengarang.
Berkaitan dan pembahasan, maka digunakan  teori psikologi sastra dan sosiologi sastra.
Objek kajian sastra meliputi tiga hal, yaitu Sastra tulis, Satra Lisan dan Sastra Pentas. Sedangkan dalam penelitian ini, penelti mengabil objek penelitian sastra tulis berupa Novel berjudul Padang Bulan karya Andrea Hirata.
Dalam pendekatannya sosiologi mengamati pada tiga hal, Sosiologi pengarang, Sosiologi dalam karya sastra dan Sosiologi Pembaca.
Dalam novel padang bulan karya andrea Hirata, ditemukan keterkaitan teori dengan data-data yang ada dalam karya sastra. Baik psikologi dan sosiologi.





Daftar Pustaka
Kasnadi & Sutedjo.2010. Kajian Prosa :Kiat menyisir dunia Prosa. Yogjakarta.
Pustaka Felicia.
Antar Semi. 2003. Kritik Sastra. Bandung. Angkasa.

TEKNIK PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN by Irwan


TEKNIK PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN
 
DEFINISI
  • Menurut Kamus Dewan (edisi ketiga), teknik adalah kaedah mencipta sesuatu hasil seni seperti muzik, karang-mengarang dan sebagainya.
  • Menurut Edward M. Anthony mendefinisikan teknik adalah satu muslihat atau strategi atau taktik yang digunakan oleh guru yang mencapai hasl segera yang maksimum pada waktu mengajar sesuatu bahagian bahasa tertentu.
  • Mengikut Kamaruddin Hj. Husin & Siti Hajar Hj. Abdul Aziz dalam bukunya Pengajian Melayu III : Komunikasi Bahasa, teknik boleh didefinisikan sebagai pengendalian suatu organisasi yang benar-benar berlaku di dalam bilik darjah di mana ia digunakan untuk mencapai sesuatu objektif.
  • Teknik merupakan suatu alat yang digunakan oleh guru bahasa bagi menyampaikan bahan-bahan pengajaran yang telah dipilih untuk pelajar-pelajarnya. Teknik yang dipilih haruslah sejajar dengan kaedah yang digunakan dan seirama dengan pendekatan yang dianuti.
 
Teknik-teknik Pengajaran Bahasa
  1. Teknik main peranan
  2. Teknik permainan bahasa
  3. Teknik latih tubi
  4. Teknik bercerita
  5. Teknik inkuiri
  6. Teknik perbahasan
  7. Teknik kuiz
  8. Teknik sumbangsaran
  9. Teknik soal jawab
  10. Teknik simulasi
  11. Teknik drama
  12. Teknik perbincangan
  13. Teknik forum
  14. Teknik dialog
 
TUJUAN TEKNIK
    1. Menarik Minat murid
    2. Mengekalkan perhatian
    3. Membangkitkan ras ingin tahu
 
TEKNIK LATIH - TUBI
  • Teknik latih tubu adalah aktiviti pengulangan fakta-fakta atau kecekapan yang dipelajari.
  • Tujuannya untuk mencapai taraf penguasaan kemahiran disampimg menjamin kekekalannya.
  • Ia sesuai digunakan untuk pengajaran Bahasa Melayu
  • Boleh digunakan untuk mencapai sesuatu kemahiran seperti kemahiran menyebut perkataan, ayat-ayat atau mengingat fakta-fakta penting.
  • Melalui teknik ini pelajar akan mengalami proses mendengar, melihat, memikirkan maksud perkataan-perkataan serta tugasnya dalam situasi yang penggunaan perkataan-perkataan itu.
  • Berasakan pengajaran bahasa dengar dan sebut (audiolingual) yang biasanya digunakan dalam pengajaran bahasa kedua.
  • Mengikut teknik ini, perhatian akan diberikan kepada 5 aspek kebolehan menggunakan bahasa iaitu :
  1. Sebutan (accent)
-menyebut patah-patah perkataan atau sukukata dengan betul termasuk intonasi yang membawa makna dalam sesuatu situasi.
  1. Tatabahasa (grammer)
-penggunaan bahasa yang tepat mengikut hukum-hukum bahasa daripada semua aspek.
  1. Perbendaharaan kata (vocabulary)
-meluaskannya dengan penggunaan imbuhan yang sesuai mengikut konteksnya dalam situasi tertentu.
  1. Kefasihan (fluency)
-menggunakan perkataan dan lain-lain dengan cara spontan tanpa memikirkan apakah maksudnya.
  1. Kefahaman (comprehension)
-latihan memahami soalan dan memberikan jawapan yang wajar.
  • Teknik ini dikenali juga dengan teknik menghafaz.
  • Antara kelemahan tekni ini ialah ia menghadkan kebebasan berfikir dan menumpukan daya kreativiti murid.
  • Namun begitu, teknik ini amat berguna dan sesuai untuk isi kandungan pengajaran yang memerlukan ikutan dan ulangan.
 
TEKNIK SIMULASI
  • Simulasi ditakrifkan sebagai satu situasi yang diwujudkan hampir menyerupai keadaan sebenar yang memerlukan pelajar berinteraksi sesama sendiri berdasarkan peranan masing-masing bagi membuat keputusan menyelesaikan masalah, isu atau tugasan semula.
  • Melalui teknik ini para pelajar dapat menggunakan kemahiran belajar seperti mengumpulkan maklumat, menjalankan temuramah dengan individu tertentu dan mencatat isi-isi penting.
  • Dalam proses ini pelajar digalakan untuk memberi pendapat, cadangan, membuat keputusan dan menyelesaikan masalah berdasarkan peranan yang dipertanggungjawabkan. Memberi peluang kepada pelajar mengalami sendiri situasi dan masalah.
  • Melalui teknik ini pelbagai kemahiran dapat digabungjalinkan dan dipertingkatkan terutamanya dalam kemahiran lisan membaca dan menulis.
  • Dapat menwujudkan pelabagi aktiviti menarik yang menjadi sumber motivasi kepada pelajar untuk meneruskan proses pengajaran dan pembelajaran.
 
TEKNIK MAIN PERANAN
  • Main peranan bermaksud melakonkan sesuatu situasi atau masalah atau peristiwa yang dianggap penting.
  • Pelajar diberi peranan dan bertindak sebagai watak-watak yang ditentukan dalam satu situasi yang disediakan.
  • Main peranan ialah dramatisasi yang tiada kaitan atau penghafalan skrip, dimana pelakon-pelakon cuba menyelesaikan atau menjelaskan situasi kepada kepada pelajar-pelajar lain supaya mempraktikan kepada diri mereka berdasarkan peranan yang dimainkan secara spontan.
  • Proses ini biasanya dimulakan dengan pemikiran masalah yang sesuai. Masalah ini dikemukakan kepada pelajar dengan cara membacakannya atau memperlihatkannya melalui filem, televisyen, mendengar rakaman dan sebagainya.
 
TEKNIK SUMBANGSARAN
  • Teknik ini dikenali juga sebagai percambahan fikiran (brainstorming) yang merupakan satu sesi perbincangan yang membolehkan setiap ahli kumpulan menyumbangkan pendapat dan idea.
  • Boleh didekati sebagai aktiviti permainan bahasa pada peringkat sekolah rendah dan berkembang menjadi aktiviti perbincangan yang lebh serius dan kompleks pada peringkat sekolah menengah, universiti dan latihan profesional.
  • Menekankan pengeluaran idea daripada pembelajaran yang kretif dan bukan pembelajaran secara analitis.
 
Tujuan Sumbangsaran
  • Topik perbincangan sesuai dengan kebolehan dan minat murid
  • Garis panduan guru haruslah ringkas dan jelas
  • Semua cadangan dan idea yang dikemukakan haruslah dicatat untuk dibincangkan dalam sesi umum.
  • Setiap kumpulan mestilah memilih pengerusi yang betul-betul layak
  • Setiap ahli diberi peluang untuk mengemukakan cadangan
  • Pelajar digalakkan menyumbang seberapa banyak idea
  • Suasana perbincangan yang tidak formal hemdaklah diwujudkan.
  • Pastikan peruntukan masa untuk sesi sumbangsaran adalah patut dan mencukupi
  • Digalakkan menggunakan prinsip 5W ( What? Why? Who? Where? How? )
  • Cadangan dan idea yang dikemukakan tidak boleh dikritik
  • Setiap kumpulan dimestikan mempunyai ahli-ahli yang pelbagai kebolehan
 
 
TEKNIK PERMAINAN BAHASA
  • Permainan bahasa adalah salah satu cara dalam mempelajari bahasa melalui teknik permainan.
  • Penglibatan dalam permainan telah memberi peluang kepada pelajar memperolehi latihan intensif, pembelajaran bermakna dan sebagai alat dianogstik.
  • Kebanyakan aktiviti yang dijalankan akan menggunakan pelbagai kemahiran berbahasa pelajar antaranya kemahiran mendengar, bertutur, membaca dan menulis.
  • Permainan bahasa mempunyai hala tuju yang bertepatan dengan kemahuan dalam sistem pendidikan negara amnya dan Falsafah Pendidikan Negara khususnya. Hala tuju ini diinterapetasikan melalui objektif tersirat dalam permainan bahasa tersebut iaitu :
  • merangsang interaksi verbal pelajar
  • menambah kefasihan dan keyakinan
  • menyediakan konteks pembelajaran
  • bertindak sebagai alat yang dapat mengikis rasa bosan
  • bertindak sebagai alat pemulihan, pengukuhan dan penggayaan
 
 
TEKNIK SOAL – JAWAB
  • Merupakan teknik yang paling lama dan paling popular digunakan dalam bidang pendidikan
  • Pemilihan teknik ini bukan kerana ia mudah dilaksanakan, tetapi ia adalah bentuk yang berupaya mewujudkan interaksi guru dengan murid secara berkesan.
  • Teknik ini dilaksanakan dengan cara guru mengemukakan soalan-soalan yang berkaitan dengan isi pelajaran dan pelajar dikehendaki memberi tindakbalas yang sewajarnya.
  • Soalan-soalan yang dikemukan memerlukan pelajar berfikir disamping dapat menguji dan menilai apa yang diajar.
  • Tujuan utama teknik soal jawab ialah :
  1. Untuk mengesan pengetahuan berbahasa murid
  2. Untuk menggalakkan pelajar berfikir secara kreatif, inovatif, logik dan kritis.
  3. Untuk mendorong pelajar menyusun dan menghuraikan bahan yang diajar.
  • Soalan yang terancang dan bermutu dapat membantu menajamkan pemikiran pelajar di samping dapat mewujudkan suasana pembelajaran yang lebih dinamik dan berkesan.
 
TEKNIK BERCERITA
  • Merupakan salah satu pendekatan yang sesuai digunakan untuk membina kecekapan berbahasa kerana cerita merupakan sesuatu yang dapat menarik minat dan perhatian pelajar.
  • Latihan pemahaman, perluasan perbendaharaan kata dan tatabahasa dapat disampaikan.
  • Dapat meningkatkan penguasaan kemahiran mendengar, bertutur, membaca dan menulis dikalangan pelajar.
  • Perkembangan cerita hendaklah diberi perhatian agar ada peringkat permulaan, kemuncak dan kesudahan cerita. Perhatian perlu diberi kepada teknik persembahan, suara, gerak laku dan kawalan mata.
  • Suara memainkan peranan yang penting dimana ia harus dikawal supaya jangan mendatar dan tidak menimbulkan kebosanan.
  • Langkah-langkah dalam persediaan teknik bercerita ialah :
  • Pilih cerita yang sesuai dengan umur, kecerdasan dan minat murid-murid. Kemudian, sesuaikan pula dengan isi pelajaran yang hendak disampaikan.
  • Kaji cerita itu dan cuba masukkan aspek-aspek bahasa.
  • Hafazkan frasa atau ayat-ayat penting.
  • Latih bercerita seolah-olah guru berada dihadapan murid-murid sekurang-kurangnya sekali sebelum menggunakan teknik ini.
  • Guru bercerita dalam keadaan yang selesa.
  • Guru boleh menggunakan gambar, objek-objek sebenar atau lain-lain BBM.
  • Sediakan kad-kad perkataan, frasa-frasa atau ayat-ayat yang berkaitan dengan aspek-aspek bahasa yang hendak disampaikan.
 
TEKNIK DRAMA
  • Sering digunakan dalam kaedah komunikatif dan kaedah yang berasaskan pendekatan induktif iaitu kaedah terus, elektif dan audiolingual.
  • Tujuan utama adalah untuk melatih pelajar menggunakan unsur bahasa, unsur paralinguistik (jeda, nada dan intonasi) dan bukan linguistik (mimik muka, gerak tangan, kepala dan dll) dengan berkesan dalam sesuatu interaksi bahasa atau perbuatan.
  • Penggunaannya dapat mendorong dan merangsang pelajar untuk menghubungkan perasaannya dengan matapelajaran yang dipelajarinya.
  • Pelajar bebas meluahkan sesuatu, membuat penemuan, memberi dan berkongsi sesuatu.
  • Drama berperanan sebagai ragam pembelajaran iaitu sebagai salah satu alat bantu pengajaran dan pembelajaran.
  • Dapat menimbulkan keseronokan dan keberkesanan pembelajaran kepada pelajar, disamping dapat menyuburkan sahsiah pelajar.
 
TEKNIK INKUIRI
  • Teknik ini dikenali sebagai teknik tinjau siasat.
  • Merangkumi aspek-aspek soal selidik untuk mendapatkan jawapan atau kesimpulan yang berorientasikan masalah.
  • Dapat menimbulkan daya refleksi dikalangan pelajar.
  • Merupakan satu kaedah pengajaran bahasa yang dinamik untuk menimbulkan minat dan daya kreativiti di kalangan pelajar kerana pelajar sering mengemukakan soalan ‘bagaimana’. Oleh itu, ia dapat melatih pelajar mengemukakan pelbagai soalan.
  • Ciri lain yang terdapat dalam teknik ini termasuklah memberi latihan yang sebenar dalam proses kemahiran berfikir secara kreatif dan kritis.
  • Pengendalian teknik inkuiri ialah :
    1. Proses mengenali masalah
    2. Mengkaji ramalan
    3. Mengumpul maklumat
    4. Menganalisis
    5. Membuat rumusa
 
TEKNIK PERBINCANGAN
  1. Teknik perbincangan didefinisikan sebagai satu aktiviti mengeluar dan mengulas pendapat tentang sesuatu tajuk. Tujuannya untuk melatih pelajar mengeluarkan fikiran dan pendapat dengan bernas (Kementerian Pendidikan 1990:85).
  2. Teknik perbincangan adalah satu aktiviti pengajaran dan pembelajaran berbentuk perbualan dan ia dilakukan dikalangan pelajar dibawah penyeliaan dan kawalan seorang guru.
  3. Melibatkan aktiviti perbincangan antara pelajar secara bekerjasama dalam mengeluarkan pandangan masing-masing mengenai sesuatu perkara atau topik yang diberi. Misalnya bermesyuarat, forum, seminar, bengkel, bahas dan debat.
  4. Dalam perbincangan ini akan memberi peluang dan ruang bagi mereka untuk bercakap terutama dalam aktiviti separa formal. Latihan sebegini bukan sahaja sekadar mempertajamkan minda malah dapat melatih kepetahan pelajar untuk bercakap dan mengeluarkan pendapat.
  5. Peranan guru akan berubah-ubah kerana aktiviti ini dikendalikan oleh pelajar sendiri.
  6. Teknik perbincangan boleh dijalankan mengikut langkah-langkah berikut :
  7. Guru menarik perhatian murid kepada tajuk perbincangan yang akan dijalankan.
  8. Guru membahagikan murid kepada beberapa kumpulan dan kemudian memilih seorang ketua yang boleh dipertanggungjawabkan untuk memastikan semua aspek perbincangan dapat dijalankan dan dicapai.
  9. Guru kemudian menugaskan setiap kumpulan mendapatkan maklumat dengan cara berbincang dengan ahli-ahli kumpulan.
  10. Ketika perbincangan guru harus bergerak dari satu kumpulan ke satu kumpulan yang lain, menegaskan perkara-perkara yang perlu dibincangkan dan mengarahkan perbincangan menghala kearah perkara yang betul.
  11. Setelah tamat perbincangan guru boleh meminta laporan daripada setiap kumpulan. Hasil perbincangan boleh dicatatkan dipapan tulis mengikut mana-mana yang penting. Setelah dibincang guru bolehlah menjalankan aktiviti penulisan dan sebagainya.
 
TEKNIK FORUM
  1. Forum merupakan satu sesi perbincangan yang melibatkan beberapa ahli panel untuk mencanai fikiran dan mengemukan pendapat tentang sesuatu tajuk, dimana ia dijalankan secara formal.
  2. Teknik berforum merupakan salah satu aktiviti lisan yang sesuai, di mana pelajar akan berkongsi pengetahuan dan pengalaman secara langsung untuk meningkatkan kemahiran menyampaikan idea dan fikiran dengan jelas, objektif, kreatif dan rasional.
  3. Untuk menjayakan aktiviti ini, tajuk forum yang dipilih haruslah mudah, menarik dan mencabar selaras dengan kemahiran, pencapaian serta peringkat umur pelajar.
  4. Persediaan yang rapi perlu dibuat sama ada sebelum, semasa dan selepas aktiviti.
TEKNIK PERBAHASAN
  1. Bahas ialah pengucapan sama ada menyokong atau membangkang sesuatu pendirian dengan alasan yang logik dan idea yang tersusun.
  2. Teknik perbahasan ini sesuai diajar untuk semua peringkat pelajar di sekolah menengah.
  3. Antara manfaat teknik ini ialah :
  4. Memperkembangkan kecekapan berkomunikasi dengan berkesan
  5. Melatih berfikir dengan pantas dan melahirkan buah fikiran dengan tepat dan teratur
  6. Menguasai kemahiran berbahasa dengan menggunakan struktur ayat yang betul dan laras bahasa yang sesuai.
  7. Mengemukakan hujah secara rasional, kritis dan kreatif.
  8. Melatih kemahiran mendengar, menaakul, berhujah dan membidas.
  9. Guru perlu mengambil inisiatif sendiri untuk memupuk kebolehan berbahas di kalangan pelajar.
  10. Perkembangan kebolehan berbahas dengan sendirinya akan membawa kepada perkembangan kemahiran berbahasa, perkembangan mental yang positif, peningkatan ilmu dan pemupukan sifat-sifat kepimpinan.
TEKNIK KUIZ
  • Diperkenalkan pada tahun 1940 di England melalui Perbadanan Penyiaran British (B.B.C).
  • Aktiviti kuiz bermula di negara ini setelah dimasukkan dalam masa pembelajaran Bahasa Inggeris di sekolah-sekolah Inggeris dan diikuti di sekolah-sekolah Melayu.
  • Tujuannya ialah :
  • Guru dapat mengukuhkan pengajaran dan memantapkan pemahaman pelajar mengenai topik-topik tertentu.
  • Pelajar dapat mengulangkaji sambil bergembira.
  • Pelajar dapat melupakan permasalahan mereka dengan mengemukakan soalan-soalan secara teka-teki.
  • Pelajar dapat belajar kaedah cara berfikir yang baru.
  • Membantu pelajar memahami sistem Bahasa Melayu terutama dari segi bentuk, makna dan penggunaan bahasa yang tepat.
  • Terdapat 2 bentuk pengajaran dan pembelajaran bahasa melalui teknik ini iaitu :
  • Ia dijalankan secara spontan pada peringkat permulaan, perkembangan dan penutup. Ini bermakna kuiz dapat dijadikan sebagai aktiviti rangsangan, penggayaan, pemulihan dan pengukuhan.
  • Kuiz sebagai aktiviti pertandingan meliputi pertandingan antara pelajar.