Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 09 Oktober 2011

GLOBALISASI




BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Globalisasi sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menimbulkan adanya sistem satelit informasi dunia, konsumsi global, gaya hidup cosmopolitan, mundurnya suatu Negara kesatuan dan tumbuhnya kesadaran global bahwa dunia adalah sebuah lingkungan yang terbentuk secara berkesinambungan, dan muncul kebudayaan global yang membawa pengaruh terhadap perkembangan social dan budaya yag beraneka ragam.
Kebudayaan Negara –negara yang berbahasa inggris akan mendominasi gaya hidup global. Ketika gaya hidup global ini memunculkan perubahan nilai dan mempengarui masyarakat lain, maka akan terjadi pergeseran nilai dalam masyarakat penerima pengaruh.Oleh karena itu perlu adanya upaya-upaya untuk mempersiapkan diri dengan memiliki daya saing yang optimal sehingga mampu mendapat peluang-peluang yang menguntungkan.Dengan demikian, mereka akan bertahan hidup serta menyesuaikan diri dengan keadaan dan kondisi yang berkembang.


B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Globalisasi ?
2. Apa Kecenderungan Gelombang Globalisasi terhadap Nasionalisme ?
3. Apa Tantangan Masa Depan dalam Gelombang Globalisasi ?
4. Bagaimana Proses Pendidikan untuk Mempersiapkan Pemimpin Bangsa di Era Globalisasi ?









BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Globalisasi
Istilah globalisasi diambil dari kata “global”. Kata ini melibatkan kesadaran baru bahwa dunia adalan sebuah kontinuitas lingkungan yang terkonstuksi sebagai kesatuan utuh.
Globalisasi menurut Malcolm Waters adalah :
A social process in whih the constraints of geography on social and cultural arrangements recede and in which people are becoming increasingly aware that they are receding.
Sementara itu ada juga yang memaknai globalisasi sebagai sebuah proses terintregasinya bangsa-bangsa di dunia dalam sebuah sistem global yang melintasi batas –batas Negara (trans-nasional).
Jadi secara umum globalisasi adalah suatu perubahan social dalam bentuk semakin bertambahnya keterkaitan antara masyarakat dengan faktor-faktor yang terjadi akibat transkulturasi dan perkembangan teknologi modern. Istilah globalisasi dapat ditrapkan dalam berbagi kontek sosial, budaya, ekonomi, dan sebagainya.
Globalisasi merupakan fenomena berwajah majemuk. Seperti diuraikan Scholte (2000), sebagaimana dikutip oleh Sugeng Bahagijo dan Darmawan Triwibowo, bahwa globalisasi sering diidentikkan dengan :
1. Internasionalisasi
2. Liberialisasi
3. Universalisasi
4. Westernisasi
5. De-teritorialisasi
Istilah globalisasi telah menjadi istilah umum yang dibicarakan oleh setiap orang sampai diskusi ilmiah dalam lingkungan akademik. Tilaar juga mengatakan bahwa pada dasarnya proses globalisasi menampakkan wajahnya dalam :
1. Keterkaitan (interconnectedness) seluruh masyarakat;
2. Perubahan-perubahan trans-nasional berperan dalam ekonomi global;
3. Integrasi ekonomi internasional dalam produksi global;
4. Sistem media trans-nasional yang membentuk “kampong global”
5. Turisme global dan imperialism media;
6. Konsumerisme dan budaya global
Menurut B. Herry-Priyono, ada tiga lapis definisi globalissi. Lapis pertama, globalisasi sebagai transformasi kondisi spasial-temporal kehidupan. Lapis kedua, globalisasi sebagai transformasi linkup cara pandang. Lapis ketiga, globalisasi sebagai transformasi modus tindakan dan praktik.
Dalam keragaman dimensi kultural, hukum dan politik yang terlibat dalam globalisasi, yang akan diajukan adalah bahwa globalisasi.terutama digerakkan oleh praktik penjelajahan sector bisnis yang terus menerus wilayah-wilayah baru bagi produksi, distribusi, dan pasar yang paling menguntungkan bagi proses akumulasi modal dan laba. Dengan atlas dan data statistik yang banyak, Gabel dan Bruner menyimpulkan bahwa “globalisasi dan perusahaan transnasional terkait satu sama lain seperti ayam dan telur”.
Atlas itu memetakan dengan rinci evolusi daya penetuan perubahan-perubahan transnasional terhadap corak globalisasi dewasa ini. Dengan demikian, peningkatan saling keterkaitan antara seseorang atau satu bangsa dengan bangsa lainya telah menggiring dunia ke arah pembentukan desa global.
Beberapa unsur pentingyang terkait dengan globalisasi adalah :
1. Global Space (Dunia Maya)
Globalisasi informasi ditunjukkan dengan semakin pesatnya penggunaan media elektronik dalam mengirim dan menerima informasi. Salah satunya adalah media internet. Dengan media internet, memungkinkan pengiriman informasi dalam jumlah yang tidak terbatas, dalam waktu yang lebih cepat, dan dengan biaya yang lebih murah. Keadaan tersebut membawa beberapa akibat social dan budaya :
1. Mengecilnya ruang dan waktu yang mengakibatkan hampir tidak ada kelompok orang atau bagian dunia yang hidup dalam isolasi
2. Dalam bidang politik, batas-batas teritorial suatu Negara menjadi kurang berfungsi.
3. Semua kategori dalam social space menjadi tidak relevan lagi.

B. Beberapa Kecenderungan Gelombang Globalisasi terhadap Nasionalisme

Ada beberapa kecenderungan dari gelombang globalisasi :
Pertama, seperti telah disebutkan bahwa salah satu pengaruh yang sangat kuat dari globalisasi informasi adalah hilangnya diferensiasi social dan dengan itu hirarki social menjadi tidak tepat lagi.
Kedua, dengan adanya arus lalu lintas informasi yang sangat canggih , pengawasan terhadap akses informasioleh lembaga sensor atau Negara semakin berkurang.
Ketiga, munculnya cyberspace yang menerobos batas territorial Negara, sehingga Negara tidak lagi memonopoli semua peraturan.
Keempat, adanya suatu gelombng perubahan di dalam konstelasi politik global
Kelima, saling menguatnya hubungan antar Negara yang berarti semakin kuatnya saling ketergantungan.
Keenam, globalisasi menonjolkan pemain-pemain baru ke dalam kehidupan masyarakat.
Ketujuh, lahirnya berbagai isu baru di dalam agenda hubungan-hubungan internasional.
Naisbitt mengibaratkan “kecenderungan-kecenderungan sama dengan kuda, lebih mudah menungganginya kea rah yang sedang ditujunya.” Tak ada yang bisa dilakukan untuk tidak terpengaruh oleh kecenderungan global. Kebijakan masa mendatang akan lebih baik dibuat dengan pengetahuan tentang kecenderungan-kecenderungan tersebut.
C. Tantangan Masa Depan dalam Gelombang Globalisasi
Beberapa tantangan yang diakibatkan dari gelombang globalisasi adalah sebagai berikut :
1. Program melawan kemiskinan
2. Memperjuangkan dan melaksanakan Hak Asasi Manusia
3. Menciptakan dan memelihara tatanan dunia yang aman
4. Perlu diwujudkan tayanan ekonomi dan keuangan yang baru
5. Melindungi dan memelihara planet bumi sebagai satu-satunya tempat kehidupan bersama manusia
6. Kerja sama regional perlu dikembangkan di dalam rangka kerja sama internasional.
D. Proses Pendidikan untuk Mempersiapkan Pemimpin Bangsa di Era Globalisasi
Sebenarnya tidak ada sekolah untuk pemimpin dari brbagai lapisan dan tingkatan kepemimpinan. Mencari format pendidikan untuk mempersiapkan pemimpin, apalagi pemimpin masa depan, rasanya cukup sulit untuk menemukannya,kalau kita tidak ingin mengatakan sebenarnya tidak ada. Meskipun demikian, memang dalam proses pendidikan orang akan belajar. Dari proses belajar itu akan muncul apa yang disebut nurturant effect yang sangat bermanfaat bagi seseorang ketika ia memimpin.
Kualitas pemimpin masa depan secara tidak langsung akan dipengarui oleh proses dan hasil pendidikannya. Nilai-nilai dalam arti values yang didapatkan seseorang selama menempuh pendidikan memiliki peluang yang amat besar untuk untuk diterapkan ke dalam gaya kepemimpinannya. Begitu juga cara seorang pemimpin untuk memanfaatkan otoritasnya, juga secara tidak langsungakan dipengarui oleh pengalaman belajarnyaketika ia menempuh pendidikannya.
Pendidikan merupakan kebutuhan pentig bagi bangsa. Oleh karena itu pendidikan harus diselenggarakan secara serius untuk memberdayakan masyarakat, agar dari masyarakat yang terberdayakan lahir pemimpin-pemimpin bangsa yang efektif.
Pendidikan berbeda degan pengajaran. Pendidikan lebih bersifat luas, yang biasanya merupakan upaya untuk membimbing seseorang untuk mendapatkan pengalaman, pengetahuan, ilmu dan teknologi, dan system nilai tertentu yang berlangsung di mana saja dan kapan saja baik secara formal maupun informal. Dengan demikian, pendidikan dapat berlangsung di masyarakat, di keluarga, di tempat kerja, dan sebagainya. Pengajaran merupakan proses belajar bagi peserta didik yag berlangsung secara terorganisirdi institusi (formal) persekolahan termasuk di perguruan tinggi tentunya.
Pemimipin bangsa memang tidak bisa disiapkan secara sengaja melalui institusi pedidikan. Akan tetapi, sifat positif yang diperlukan oleh seorang pemimpin di era global perlu dikenalkan sejak dini dalam sistem pendidikan kita, agar ketika saatnya ia memiliki kesempatan untuk memimpin bangsa ini ia memiliki kapasitas dan akseptabilitas yang tinggi. Sifat-sifat itu antara lain ;
a. Kreativitas
b. Morality
c. Courage
d. Knowledge
e. Commitment
Persoalannya, bisakah pendidikan kita melakukan semua yang disebut pada butir-butir tersebut di atas ? kalau pendidikan tidak diberdayakan seperti saat ini, sulit kiranya terjadi transfer of learnig untuk mencapai sifat-sifat politik yang ada pada butir-butir tersebut di atas. Selama dua puluh tahun pendidikan kita tidak mampu memberdayakan peserta didik. Bahkan pendidikan cenderung dimanfaatkan sebagai political safety net bagi rezim orde baru. Akibatnya, peserta didik juga tidak memiliki motivasi yang tinggi dalam menempuh pendidikannya. Dalam skala global, akibatnya, pendidikan kita saat ini mengalami keterpurukan yang cukup berarti.





























BAB III
KESIMPULAN
























DAFTAR PUTAKA
Ubaedillah, Abdul Rozak, 2000, Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Masyarakat Madani. Cet, ke-1, Jakarta; ICCE UIN Syarif Hidayatullah







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar