Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 10 Januari 2012

ANALISIS PSIKOLOGI DAN SOSIOLOGI PENGARANG DALAM NOVEL DWILOGI “PADANG BULAN” KARYA ANDREA HIRATA”




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Dalam pengkajian sastra kita mengenal berbagai teori sastra. Teori-teori yang digunakan untuk mengelompokan dan menganalisis sejauh mana kekuatan dan kelebihan serta kelemahan sastra itu sendiri.
Dalam teori sastra kita mengenal teori ekspresif, dimana karya sastra adalah pengejawantahan dan bentuk ekspresi dari penulis itu sendiri. Secara sederhana teori ini menyatakan bahwa sastra akan terbentuk berdasarkan suasana hati pengarang. Pengarang senang, maka karya yang dihasilkan akan berlatar suasana menyenangkan. Jika suasana hati sedang gundah gulana maka karya yang dihasilkan akan berlatar suasana menyedihkan.
Hal ini akan menjadi menarik jika kita mau menyesuaikan biografi tokoh dengan karya-karya pengarang. Sebagai hasil pengkajiannya, kita akan mengatahui secara lengkap dan sempurna tentang pandangan hidup dan idealis pengarang, pesan dan amanat pengarang, pengalaman hidup dan pelajaran penting dari kehidupan pengarang, hingga kondisi pribadi pengarang itu sendiri.
Yang paling penting dari setiap pengkajian dan penelitian karya sastra, peneliti dan pembaca harus menyadari dengan sangat bahwa masing-masing individu pengarang memiliki pesan atau gagasan dari setiap masalah kehidupan yang dituangkan dan hendak disampikan melalui tulisan (dalam hal ini karya sastra).
Dalam bidang sastra penulis indonesia (khususnya jawa) mengenal dan mengamalkan prinsip sandiwara. Yang berasal dari kata sandi yang berarti tersenbunyi dan wara yang berarti berita/informasi/pelajaran. Jadi istilah sandiwara ini juga berlaku dalam proses penafsiran dan pengkajian karya sastra oleh pembaca maupun peneliti. Pembaca dan peneliti berhak memberikan penafsiran sesuai dengan kemampuan mereka. Mencari dan membaca pesan yang terkandung dalam setiap kata dalam karya sastra itu. Maka pemeroleh pelajaran setiap pembaca relatif berbeda. 
Dalam buku kajian prosa yang ditulis oleh Sutedjo dan kasnadi mengaitkan adanya pertautan antara karya sastra dengan psikologi, yang disebut psikologi sastra. Ada empat pengertian dalam hal psikologi sastra. Dan peneliti mengambil makalah dari segi studi psikologi pengarang.
Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti mengambil penelitian dengan judul “ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA DALAM NOVEL DWILOGI PADANG BULAN KARYA ANDREA HIRATA” untuk mengetahui kaitan antara psikologi pengarang dengan karya sastra yang dihasilkan.
  
B.     Rumusan Masalah
Mengurai masalah pada latar belakang diatas peneliti menganalisis berbagai kemungkinan masalah yang akan dikaji, dan berhasil merumuskan masalah penelitian sebagai berikut :
1.      Bagaimana kondisi Psikologi pengarang saat ini?
2.      Bagaimana kondisi psikologi tokoh saat ini?
3.      Bagaimana kaitan antara psikologi pengarang dengan psikologi tokoh dalam novel?

C.    Tujuan dan kegunaan Penelitian
Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kaitan antara psikologi pengarang dengan psikolgi tokoh dalam novel. Beberapa kesamaan yang didapat dari keduanya, dan pesan yang akan disampaikan oleh pengarang kepada membaca melalui tulisannya.
Adapun secara khusus penelitian ini bertujuan untuk :
1.      Mengetahui kondisi psikologi pengarang.
2.      Mengetahui kondisi psikologi tokoh dalam cerita.
3.      Mengetahui kaitan antara psikologi pengarang dengan psikologi tokoh dalam novel.
Adapun kegunaan dari penelitian ini diharapkan adalah :
1.    Secara teoritis
Manfaat secara teoritis hasil penelitian ini bermanfaat bagi pemahaman peneliti terhadap teori sastra, serta memberikan referensi untuk membuat karya-karya yang lain.
2.    Secara Praktis
a.      Bagi peneliti
Bagi peneliti sebagai ajang latihan untuk melatih daya nalar dan mengasah intelektualiats peneliti. Sebagai bukti implementasi ilmu yang diterima di bangku kuliah sekaligus memenuhi tugas akhir pada mata kuliah Metode Penelitian Kualitatif
b.      Bagi lembaga
Sebagai upaya pelayanan lembaga dalam hal meningkatkan intelektual peserta didiknya.



BAB II
KAJIAN TEORI
A.      Kajian Teori
Karya sastra banyak ragamnya. Ada puisi, prosa, dan dramaa. Puisi terdiri atas beberapa ragam, prosapun memiliki ragam. Sementara drama juga memiliki jenis sesuai dengan sifat karakter yang membedakan antara drama yang satu dengan lainya.
Dalam mengkaji karya sastra kita mengenal unsur-unsur yang membangun sebuah cerita . baik unsur intrinsik maupun unsur ekstrinsik. Unsur intriksik karya sastra meliputi Alur, tema, tokoh, penokohan dan setting.
Namun pengkajian karya sastra tidak hanya dikaji dari sisi pembangun dari dalam,  namun juga dibangun dari unsur-unsur luaran seperti Psikologi, Sosiologi, Sejarah pengarang yang berpengaruh pada karya sastra.
Faktor-faktor pendukung seperti ini justru memberikan kekuatan terhadap karya sastra. Salah satu karya sastra yang dominan pada unsur sosiologi adalah Padang Bulan karya Andrea Hirata. Menjadi Latar sosial kehidupan pengarang sebagai ide dan inspirasi bagi pengarang membuat, Novel ini seakan-akan kisah nyata yang banyak memberikan gambaran sosial pengarang.
Dalam buku kajian sastra yang ditulis oleh Sutedjo dan Kasnadi, salah seorang dosen dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Ponorogo. Menerangkan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang menkaji segala aspek kehidupan sosial manusia. Dan sedangkan sastra merupakan karya manusia yang membicarakan kehidupan manusia dengan media bahasa.
Objek kajian sastra meliputi tiga hal, yaitu Sastra tulis, Satra Lisan dan Sastra Pentas. Sedangkan dalam penelitian ini, penelti mengabil objek penelitian sastra tulis berupa Novel berjudul Padang Bulan karya Andrea Hirata.
Dalam pendekatannya sosiologi mengamati pada tiga hal, Sosiologi pengarang, Sosiologi dalam karya sastra dan Sosiologi Pembaca.





BAB III
BIOGRAFI DAN KARYA PENGARANG
1.      BIOGRAFI PENGARANG.
Andrea Hirata, Novelis kelahiran tanah belitong ini tidak hanya dikenal dalam dunia novelis nasional, bahkan novelis yang mendapatkan sepuluh penghargaan internasional itu telah dijejerkan namanya dengan berbagai nama novelis internasional. Pada tanggal 23 maret 2010 telah menandatangani Publisher Agreement antara penerbit bentang pustaka dengan Amer-asia books, Inc, Tuscon, Arizona, USA. Peristiwa ini membuktikan bahwa putra bangsa memiliki kapasitas yang baik dalam dunia kepenulisan. Dan tentunya akan memberikan suntikan motivasi untuk penulis-penulis Indonesia untuk mengikuti jejak langkahnya.
Mengapa harus karya andrea herata?
Banyak hal yang sangat unik dari karya-karya adrea. Ide tulisan dengan hasrat bereksperiment dan cara brfikir yang luas serta dapat menjangkau semua kalangan membuat buku ini selalu nyaman dibaca. Seperti ada jutaan makna yang dapat pembaca gali dalam buku-buku adrea herata.
Sangat menarik untuk mengetahui siapa andrea herata dan latar sosial pengarang. Maka kita akan tahu latar yang memberikan inspirasi kepada karya-karya andrea herata. Kita akan mengamati dan membandingkan kekhasan andre herata dalam melukiskan situasi. dan apa pengaruh-pengaruh psikologi dan sosiologi pengarang.
Kabar terakhir menyebutkan, andrea herata menetap di Belitong yang mendapat julukan Negeri Laskar Pelangi dengan kedua orang tuanya. Namun ia sering tinggal di sebuah kabin dipinggiran sungai, di tepi kampungnya dipinggiran sungai, tanpa jaringan telpon, tanpa internet dan tanpa listrik. kadang ia secara sukarela mengajar matematika dan bahasa Inggris untuk anak-anak kecil. Ia juga sering mencoba suaranya sebagai tukang adzan di masjid.
2.      KARYA-KARYA
Pada penulisan pertama Andrea Menulis novel berjudul Laskar Pelangi. Novel ini diterjemahahkan dalam berbagai bahasa, dan menjadi Indonesia yang dibaca oleh masyarakat dunia setelah sekian lama vacum. Novel ini telah berhasil mendapatkan banyak perhargaan di luar dan di dalam negeri. Novel yang di filmkan ini juga memenangkan MIA (Movie Indonesia Award) sebagai film terispiratif dan musik terbaik. Laskar pelangi menjadi novel fenomenal.
Menyusul laskar pelangi, dan menjadi novel sambungannya. Muncullah Sang Pemimpi yang juga berhasil memberikan ispirasi kepada pencita novel di tanah air. Kemenarikan cerita dan bobot amanat, akhirnya sang pemimpi berhasil di filmkan meskipun tidak mendapat apresiasi seperti laskar pelangi yang menjadi film dengan penonton terbanyak berberapa tahun terakhir ini.
Dan masih dalam satu rangkaian cerita ditulislah Andesor, dan maryamah kapur. Meski tidak mendapat apresiasi seperti novel-novel sebelumnya. Andesor dan maryamah kapur menjadi bacaan berbobot.
Dan karya terakhir munculah Cinta dalam gelas dan padang bulan.



BAB IV
PEMBAHASAN
1.      Psikologi Pengarang.
Secara teori, terdapat hubungan antara karya dengan psikologi pengarang. Bagaimana keaadaan emosional seorang penulis akan berpengaruh terhadap karya-karya yang dihasilkan. Keadaan yang bahagia tentunya dapat mengispirasi berbagai karya yang dihasilkan. Begitu pula sebaliknya. Kedua, setiap penulis memiliki doktrin dan kepercayaan sendiri-sendiri, maka seorang penulis yang idialisme akan memunculkan sastra dengan terkadung nilai doktrin yang kuat. Ketiga, melalui jenjang pendidikan. Karena pendidikan bertujuan mencetak karakter maka penulis banyak menemukan karya sastra yang mengangkat masalah-masalah pendidikan berangkat dari masalah pendidikan penulis sendiri. Seperti yang dialami oleh andrea herata.
Maka secara singkat akan dikaji beberapa hal terkait dengan siapa Andrea hirata dan apa yang ada dalam Novel “Padang bulan” yang merupakan novel dwilogi dan dilanjutkan dengan cinta dalam gelas.
Salah satu kekhasan penulis adalah, selalu menulis karya dalam bentuk tetralogi. Secara bersambung dan berhubungan. Dalam setiap kisah, Adrea Herata secara kreatif mengganti tokoh utama. Dalam Novel Padang Bulan ini andrea Herata menyebutkan nama Enong, sebenarnya Enong bukanlah nama sebenarnya, nama ini digunakan untuk nama panggilan kesayangan. Seperti itulah nama dalam tradisi orang melayu.
Lagi-lagi andrea Herata mengangkat tokoh dari latar kehidupan sosial dalam strata paling rendah. Lintang adalah anak dari ayah nelayan miskin yang dibuat semakin miskin dengan kehilangan seoran bapak saat melaut. Dan sekaran enong adalah Seorang anak dari pasangan kuli timah dan pekerja serabutan yang memiliki dua orang adik. Dan berkali-kali tokoh miskin ini dibenturkan dengan masalah biaya jika harus berada di sebuah reguler. Mereka dipaksa kerja siang dan malam hanya untuk membiayai sekolah.
Sebegitu burukkah kondisi pendidikan Indonesia di mata Andrea Herata?
Mungkin iya jika andrea mengambil referensi dari berbagi pendidikan di moskow tempat ia mengenyam pendidikan dan dinegara kita secara nyata mempeributkan masalah materi yang tak kunjung selesai.
Setiap murid di sekolah pasti pengalaman belajar dari sekolah tempat mengeyam pendidikan. Bagaimana karakter guru, mata pelajaran yang disukai dan kawan-kawan yang berkesan.
Jelas andrea juga memiliki semuanya. Simak saja dalam Laskar Pelangi. Lintang seorang pemuda dari tanah pesisir  yang pandai dan gemar berhitung atau Matematika. Dan ia lulus cum laude dari program post graude di sheffield halam Unifesity, United Kingdom melalui bea siswa Uni Eropa. Ia sangat menekuni adalah pengembangan model-model princing terutama untuk teori ekonomi telekomunikasi. Sebuah bidang yang syarat dengan ilmu matematik.
Dan dalam novel “Padang Bulan” Andrea Herata menitipkan kegemarannya terhadap bidang studi bahasa Inggris melalui Enong, seorang anak kelas lima SD yang sangat gemar belajar bahas Inggris. Menggambarkan seorang guru bahasa inggris petama di kampungnya bernama bu Nizam. Bahkan dalam Mozaik kedua Andrea Herata memberi judul “Bahasa Inggris”.

“Novel padang bulan bermula dari kisah seorang gadis kecil berusia 14 tahun. Enong namanya. Sangat gemar pada pelajaran bahasa Inggris, namun secara mendadak harus berhenti sekolah dan mengambil alih seluryh tanggung jawab keluarga.”


Dalam dunia nyata. Andrea masih memberikan perhatian yang besar kepada dunia pendidikan dengan mengajar matematika seperti lintang dan bahasa Inggris seperti Enong.

“kadang-kadang ia mengisi waktu luang dengan sukarela mengajar matematika dan bahasa Inggris untuk anak kecil,...” dikutip dari Chole Meslin www.chloemeslincousteau.multiply.com  juni, 2010.

Jika ditinjau dari segi keluarga. Andrea herata menghadirkan keluarga yang harmonis di setiap novelnya. Sebagai tradisi orang melayu yang sangat menjujung tinggi martabat orang tua. Maka andrea menghadirkan dalam lingkungan kelurganya Ikal dan Enong. Ayah adalah malaikat berwibawa. Ayah selalu di hadirkan sebagai sosok yang bijaksana. Ayah siapa saja dalam setiap tokoh dalam lakonya.
Berikut teks yang menunjukan kebijaksanaan ayah,
buku Ini untuk anakku, Enong.
Kamus satu miliyar kata.
Cukuplah untukmu sampai bisa menjadi guru bahasa Inggris
Seperti bu Mizan
Kejarlah cita-citamu, jangan menyerah, semoga sukses.

Tertanda,
Ayah

Dalam tahap konflikasi atau tahapan masalah. Andrea benar mengaduk-ngaduk emosi pembaca. Dalam novel laskar pelangi Lintang harus kehilangan ayahnya akibat badai laut saat melaut. Dan dalam Novel Padang Bulan Enong juga kehilangan ayahnya akibat tertimbun tanah galian. Keselamatan kerja membuat seseorang harus kehilangan kebahagian. Dan sepertinya tidak ada kata selamat untuk pekerjaan seorang bersetrata redah seperti ayah Lintang dan Enong.
Keduanya kehilangan orang yang sangat bijaksana dalam kehidupannya. Yang harus menjadikan kedua-duanya mengambil alih menjadi tulang punggung keluarga dan meninggalkan bangku sekolah. Nasib rakyat kecil yang tidak pernah bergeser dari kemiskinan, pekerjaan yang mengancam keselamatan, bekerja dibawah umur dan problematika pendidikan. Semua berdasarkan sudut pandang Andrea yang disampaikan secara berulang-ulang.
            Lalu bagimana kehidupan cintanya?
            Cinta seakan menjadi nadi dalam kebanyakan novel di tanah air. meski andrea tidak mengangkat tema cinta. Namun cinta selalu mengambil bagian penting. Dari laskar pelangi hingga Bulan purnama, seorang anak Tionghoa bernama A Lim benar-benar menarik hatinya. A Ling digambar sebagai tokoh yang sempurna. Sikap santun dan senang menghargai.
Kisah cinta memang sering diangkat dalam prosa romantisme. Andrea Hirata lebih dewasa memaknai cinta yang ia masukan dalam novel-novelnya. Cinta yang ia sajikan lebih menyentuh sisi humanisme. Cinta kepada sahabat karib, cinta kepada guru, cinta kepada orang tua dan cinta kepada Allah. Dan satu cinta untuk A ling tentunya. Secara proposional ia membagi cintanya. Nama A Ling dan ayah harus berbagi cinta dalam novel Padang Bulan ini. Dan cinta kepada orang tua menjadi sangat utama. ketika Andrea Hirata secara tragis memutus harapan cintanya dengan A ling dan memenagkan cinta Ikal kepada Orang tuanya.
Dalam novelnya, ikal yang merupakan perwujudan andrea dalam novel sering dikatakan bujang lapuk, bahkan dalam salah satu keterangan :
“ikal : membentuk organisiasi pesatuan bujang lapuk. Rustman bertindak selaku dewan penasehat.”(halaman 270)
Dalam biografi Andrea Herata, disebutkan bahwa Andrea Herata ternyata masih lajang. Namun pada tahun 1998 pernah hendak menikah dengan seorang perempuan bernama Rosana, sayang pada tahun 2000 pernikahan itu gagal. Karena Rosana masih berstatus istri orang.

3.      Sosiologi Pengarang
Kondisi suatu tempat atau wilayah seorang penulis akan banyak mempengaruhi tema-tema yang diangkat dalam tulisanya. Bisa jadi ide atau gagasan sebuah tulisan muncul dari rasa keperdulian pengarang terhadap kondisi sosial Budaya yang ada dalam lingkungan penulis.
Jika kita kaji lebih jauh. Secara jelas Andrea Hirata melukiskan Pulau Belitong, Jakarta, dan Sorbonne Paris. Sebuah kota yang nyata dan digambarkan secara jelas dan nyata. Jelas ini bukan sebuah kota hanyalan yang di rekayasa oleh Andrea namun pelukisan dari pengamatanya yang nyata. Dengan kata lain Andrea benar-benar megalami kejadian demi kejadian ditempat itu.
Latar sosial yang diambil oleh Andrea Herata adalah latar sosial rakyat melayu. Dalam beberapa prosa yang lain seperti kumpulan cerpen “Robohnya Surau Kami” Karya A.A Navis, penulis menuliskan keadaan masyarakat yang Unik dengan bahasa melayu yang khas.



BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dalam membangun karya sastra diperlukan  berbagai unsur pembangun. Dibagi menjadi unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur ekstrensik yang menjadi  pembahasa dalam penelitian ini adalah psikologi dan Sosiologi pengarang.
Berkaitan dan pembahasan, maka digunakan  teori psikologi sastra dan sosiologi sastra.
Objek kajian sastra meliputi tiga hal, yaitu Sastra tulis, Satra Lisan dan Sastra Pentas. Sedangkan dalam penelitian ini, penelti mengabil objek penelitian sastra tulis berupa Novel berjudul Padang Bulan karya Andrea Hirata.
Dalam pendekatannya sosiologi mengamati pada tiga hal, Sosiologi pengarang, Sosiologi dalam karya sastra dan Sosiologi Pembaca.
Dalam novel padang bulan karya andrea Hirata, ditemukan keterkaitan teori dengan data-data yang ada dalam karya sastra. Baik psikologi dan sosiologi.





Daftar Pustaka
Kasnadi & Sutedjo.2010. Kajian Prosa :Kiat menyisir dunia Prosa. Yogjakarta.
Pustaka Felicia.
Antar Semi. 2003. Kritik Sastra. Bandung. Angkasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar